Senyum

Utsman bin Diraj Ath-Thufaili berkata,
“Pada suatu hari, sebuah jenazah diantar ke kuburan. Ketika itu, aku sedang bersama anakku.
Di antara para pengiring terdapat seorang wanita yang menangis sambil berkata,
‘Sekarang mereka pergi ke rumah yang tidak ada ranjang di dalamnya, tidak ada selimut di dalamnya, tidak ada permadani di dalamnya, tidak ada roti di dalamnya, dan tidak ada air di dalamnya!’
Anakku nyeletuk, ‘Demi Allah, kalau begitu mereka pergi ke rumah kita!’.”
[Dikutip dari Majalah Elfata Vol. 06/2006 hal. 42; rubrik Tabassum: “Mereka Pergi ke Rumah Kita”.]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s